Psikoterapi
Psikoterapi
atau “psyche” yang merupakan jiwa,
dan “therapy” yang artinya mengobati
atau merawat. Dapat diartikan bahwa psikoterapi adalah suatu interaksi
sistematis antara pasien dengan terapis yang menggunakan metode psikologi untuk
membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran, dan perasaan
pasien supaya membantunya mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan
masalah-masalah dalam hidup, dalam Yustinus semiun ( kesehatan mental 2006)
Tujuan
dari psikoterapi ini guna untuk perubahan psikologis individu tersebut untuk
menjadi pribadi yang positif atau optimal, mengurangi tekanan emosional,
mengembangkan potensi, mengubah kebiasa’an yang kurang baik atau abnormal, dan
untuk memperoleh pengetahuan tentang diri mengubah kondisi fisik.
Unsur-unsur
psikoterapi sendiri terdapat parameter
yaitu peran sosial, hubungan, hak, retrospeksi, re-edukasi,
rehabilitasi, resosialisasi, dan rekapitulasi, menurut Residen dalam psikiatri
(2007).
Perbedaan
psikoterapi dengan konseling, menurut Brammer dan Shostrom 1977, konseling
ditandai dengan adanya terminology educational, vocaltional, supportive,
sivuasional, problem solving, conscious, awareness. Sedangkan psikoterapi
terdapat supportive dalam keadaan krisis, reconstructive, dept emphasis. Sedangkan
menurut Thompson dan Rudolph 1983:
|
Konseling
|
Psikoterapi
|
|
Klien
|
Pasien
|
|
Gangguannya kurang serius
|
Gangguan
yang serius
|
|
Berhubungan dengan jabatan
dan pendidikan
|
Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
|
|
Berhubungan dengan pencegahan
|
Berhubungan
dengan penyembuhan
|
|
Lingkungan, pendidikan dan
metodis
|
Lingkungan dan medis
|
|
Kesadaran
|
Ketidaksadaran
|
|
Metode pendidikan
|
Metode penyembuhan
|
Pendekatan psikoterapi terhadap
mental illness serupa dengan psikoanalisis dengan melakukan komunikasi antar
kedua individu dank lien dan pakar terapi. Klien didorong untuk mengungkapkan
rasa takut, emosi, dan pengalamannya, secara bebas tanpa rasa takut untuk
dicemooh, dicela, dengan penuh simpati dan mencoba untuk menangani masalahnya.
Bentuk
utama psikoterapi berdasarkan metodis Wolberg ialah penyembuhan supportive
dengan bimbingan mengubah lingkungan, penyaluran arah dan minat, penebalan
perasaan, penyembuhan inspirasi berkelompok. Penyembuhannya sendiri ada dua
criteria yaitu reedukatif yaitu dengan melakukan penyesuaian, perubahan atau
modifikasi, sasaran atau tujuan hiudp, menghidupkan kembali potensi. Sedangkan
penyembuhan rekonstruktif dengan menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang
tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan
pertumbuhan kepribadi dengan mengembangkan potensi, (dalam Gunarsa,D. 1992)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar